Laman

Saturday, December 28, 2013

Perenungan minat dan bakat

Seiring dengan waktu yang berlalu, hari semakin menantang masa depan, karena persaingan semakin ketat dan semakin berat. hingga perasaanku terkadang menyentuh sebuah keluh bahkan putus asa, tapi aku mencoba untuk  membiarkan saja semuanya berjalan bagaikan air yang mengalir,, tugas kehidupan ini hanya untuk menikmati hidangan-hidangan yang tersaji, yaitu yang disebut dengan takdir. Tidak jarang hari menjadi benalu dan yang merupakan salah-satu perangkap dalam diri, yaitu perangkap sebuah keputus asaan, hingga dapat memenjarakan jiwa dalam sebuah tawanan kepedihan dan kehawatiran. mungkin ini merupakan sebuah kisah yang mereka sebut dengan kesedihan, tapi aku tidak percaya tentang itu. aku yakin ini adalah sebuah pendewasaan yang sengaja tuhan berikan padaku dengan cara yang telah ditentukan.

Andai saja aku tak memiliki sebuah motivasi untuk bangkit dan bertahan sebagai pemberian-Nya, Mungkin keberadaanku takkan setenang dan seceria ini, untung saja aku memiliki seseorang yang bisa diandalkan selamanya, dan seseorang inilah yang menjadikan alasan aku untuk selalu hidup dan bernyawa. Walau kematian dan kepunahan takkan bisa dipungkiri, Namun aku yakin aku akan tetap bernyawa karena itu jiwaku adalah jiwa yang kekal. Aku memiliki alasan untuk selalu bertahan dalam menghadang badai cobaan, dan dengan alasan tersebut sampai kini aku masih bisa bertahan.

Dalam sebuah cerita, kehidupan memang merupakan pilihan yang mau tidak mau semua orang harus memilih, Namun seperti biasa, sebuah pilihan tidak selamanya mulus, sebuah pilihan tentu akan mengalami sebuah kerancuan. kerana itu baik atau buruknya sebuah pilihan adalah kita yang menentukan. Untuk mengetahui pilihan yang baik, zaman kini telah banyak informasi yang menunjukan arah kebaikan, seperti yang didapat disebuah rutinitas pengajian atau sebuah aktivitas lembaga pendidikan dan lain-lain. 

Saya sengaja menulis disini dengan tujuan bukan untuk curhat atau untuk apa, tapi merupakan sebuah proses untuk mengembangkan potensi, bakat dan minat yang tersimpan dalam jiwa, karena dengan kesadaran bahwa sebuah minat ataupun bakat jika tidak dikembangkan tidak akan berkembang. minat ataupun bakan ibarat pisau yang berkarat, pisau tersebut memiliki bakat untuk mengiris buah-buahan atau sayuran, namun jika dibiarkan selalu berkarat maka bakat pisau tersebut akan hilang dan musnah tak berarti.

No comments:

Post a Comment